twitter



I.              TUJUAN
Untuk mengetahui, memahami, dan memraktikkan bahasa assembly agar menghasilkan tulisan satu karakter maupun rangkaian kata. Selain itu dapat mencetak huruf ”A”, huruf ”P”, dan rangkaian kata nama diri sendiri ”SEKAR RINIA”.
II.            DASAR TEORI
Bahasa assembly dikategorikan sebagai bahasa tingkat rendah (low level languange). Ini untuk menggambarkan kekhususannya sebagai bahasa yang berorientasi pada machine dependent. Bahasa assembly berbeda dengan bahasa mesin. Dia memiliki karakteristik yang membedakannya dengan  bahasa mesin, 1) Dalam penggunaan numeric operation code (opcodes) bahasa assembly menggantinya dengan mnemonic code, 2) Memberikan kemudahan penulisannya dibandingkan dengan bahasa mesin, 3) Mendukung pelacakkan kesalahan penulisan operation code, 4) Bahasa assembly memberikan kemudahan dalam memodifikasi program karena menggunakan opperand sebagai penamaan simbol yang biasa diasosiasikan sebagai data atau instruksi, 5) Data yang dinyatakan bahasa assembly adalah dalam notasi desimal. Hal ini dilakukan untuk mencegah konversi secara manual dari konstanta ke dalam representasi internal mesin.
Bahasa assembly mempunyai perintah dasar, salah satunya MOV. MOV adalah perintah untuk mengisi, memindahkan, memperbaharui isi suatu register, variabel ataupun suatu lokasi memori. Penulisan perintah:
MOV [operand A],[operand B]
Dengan ketentuan operand A merupakan register, variabel, lokasi memori dan ketentuan isi operand B berupa register, variabel, lokasi memori ataupun bilangan. Operand B merupakan bilangan asal yang akan diisikan ke operand A, dengan kata lain operand A merupakan tujuan pengisian atau penduplikatan dari operand B.
Bahasa assembly juga mempunyai suatu layanan interrupt. Interupt merupakan sebuah prosedur terprogram mesin yang siap dipanggil untuk dieksekusi. Interupt ini berkaitan dengan fungsi dasar operasi komputer, misalnya menulis karakter, menset kursor, mambaca karakter dan lain-lain. Interupt dipanggil dengan menuliskan nomor interuptnya, dan penulisan dalam bahasa ini tidak case sensitive, sehingga penulisan huruf balok atau kecil sama saja.
Pencetakan sebuah karakter pada bahasa assembly dilakukan berdasarkan kode ASCII. Artinya, jika ingin mencetak sebuah huruf, maka pengkodean yang ditulis pada MOV DL adalah kode huruf tersebut dalam kode ASCII.
III.           ANALISA
1.    Menampilkan huruf  ”A”
Untuk menampilkan huruf ”A”,dapat mengetikkan script berikut.
MOV AH,02H
MOV DL,41H
INT 21H
INT 20H
Ø MOV AH,02 merupakan nilai servis untuk mencetak karakter, atau dengan kata lain mengisi register AH dengan data 02.
Ø MOV DL,41H merupakan register DL yang diisi kode ASCII karakter yang akan dicetak, yaitu mencetak huruf "A". Sehingga kode ASCIInya bernilai 41. Huruf H disini menandakan heksa.
Ø INT 21H merupakan perintah untuk mencetak karakter pada register DL, yaitu huruf ”A”.
Ø INT 20H merupakan perintah untuk mengakhiri program.
2.    Menampilkan huruf  ”P”
MOV AH,02H
MOV DL,50H
INT 21H
INT 20H
Ø MOV AH,02 merupakan nilai servis untuk mencetak karakter, atau dengan kata lain mengisi register AH dengan data 02.
Ø MOV DL,50H merupakan register DL yang diisi kode ASCII karakter yang akan dicetak, yaitu mencetak huruf "P". Sehingga kode ASCIInya bernilai 50. Huruf H disini menandakan heksa.
Ø INT 21H merupakan perintah untuk mencetak karakter pada register DL, yaitu huruf ”P”.
Ø INT 20H merupakan perintah untuk mengakhiri program.
3.    Menampilkan nama ”SEKAR RINIA”
MOV AH,02H
MOV DL,53H
INT 21H
MOV DL,45H
INT 21H
MOV DL,4BH
INT 21H
MOV DL,41H
INT 21H
MOV DL,52H
INT 21H
MOV DL,20H
INT 21H
MOV DL,52H
INT 21H
MOV DL,49H
INT 21H
MOV DL,4EH
INT 21H
MOV DL,49H
INT 21H
MOV DL,41H
INT 21H
INT 20H
Ø  MOV AH,02 merupakan nilai servis untuk mencetak karakter, atau dengan kata lain mengisi register AH dengan data 02.
Ø MOV DL,53H merupakan register DL yang diisi kode ASCII karakter yang akan dicetak, yaitu akan mencetak huruf ”S”. Sehingga kode ASCIInya bernilai 53. Huruf H disini menandakan heksa.
Lalu diikuti INT 21H merupakan perintah untuk mencetak karakter pada register DL, yaitu huruf ”S”.
Ø  MOV DL,45H merupakan register DL yang diisi kode ASCII karakter yang akan dicetak, yaitu akan mencetak huruf ”E”. Sehingga kode ASCIInya bernilai 45.
Lalu diikuti INT 21H merupakan perintah untuk mencetak karakter pada register DL, yaitu huruf ”E”.
Ø  MOV DL,4BH merupakan register DL yang diisi kode ASCII karakter yang akan dicetak, yaitu akan mencetak huruf ”K”. Sehingga kode ASCIInya bernilai 4B.
Lalu diikuti INT 21H merupakan perintah untuk mencetak karakter pada register DL, yaitu huruf ”K”.
Ø  MOV DL,41H merupakan register DL yang diisi kode ASCII karakter yang akan dicetak, yaitu akan mencetak huruf ”A”. Sehingga kode ASCIInya bernilai 41.
Lalu diikuti INT 21H merupakan perintah untuk mencetak karakter pada register DL, yaitu huruf ”A”.
Ø  MOV DL,52H merupakan register DL yang diisi kode ASCII karakter yang akan dicetak, yaitu akan mencetak huruf ”R”. Sehingga kode ASCIInya bernilai 52.
Lalu diikuti INT 21H merupakan perintah untuk mencetak karakter pada register DL, yaitu huruf ”R”.
Ø  MOV DL,20H merupakan register DL yang diisi kode ASCII karakter yang akan dicetak, yaitu akan mencetak karakter spasi. Sehingga kode ASCIInya bernilai 20.
Lalu diikuti INT 21H merupakan perintah untuk mencetak karakter pada register DL, yaitu karakter spasi.
Ø  MOV DL,52H merupakan register DL yang diisi kode ASCII karakter yang akan dicetak, yaitu akan mencetak huruf ”R”. Sehingga kode ASCIInya bernilai 52.
Lalu diikuti INT 21H merupakan perintah untuk mencetak karakter pada register DL, yaitu huruf ”R”.
Ø  MOV DL,49H merupakan register DL yang diisi kode ASCII karakter yang akan dicetak, yaitu akan mencetak huruf ”I”. Sehingga kode ASCIInya bernilai 49.
Lalu diikuti INT 21H merupakan perintah untuk mencetak karakter pada register DL, yaitu huruf ”I”.
Ø  MOV DL,4EH merupakan register DL yang diisi kode ASCII karakter yang akan dicetak, yaitu akan mencetak huruf ”N”. Sehingga kode ASCIInya bernilai 4E.
Lalu diikuti INT 21H merupakan perintah untuk mencetak karakter pada register DL, yaitu huruf ”N”.
Ø  MOV DL,49H merupakan register DL yang diisi kode ASCII karakter yang akan dicetak, yaitu akan mencetak huruf ”I”. Sehingga kode ASCIInya bernilai 49.
Lalu diikuti INT 21H merupakan perintah untuk mencetak karakter pada register DL, yaitu huruf ”I”.
Ø  MOV DL,41H merupakan register DL yang diisi kode ASCII karakter yang akan dicetak, yaitu akan mencetak huruf ”A”. Sehingga kode ASCIInya bernilai 41.
Lalu diikuti INT 21H merupakan perintah untuk mencetak karakter pada register DL, yaitu huruf ”A”.
Ø INT 20H merupakan perintah untuk mengakhiri program.
Ø Penulisan MOV AH,02H hanya ditulis sekali diawal program karena ini diibaratkan mengambil spidol/alat tulis. Sehingga untuk menuliskan program yang dieksekusi hanya akan mengambil alat tersebut sekali di awal.
IV.          KESIMPULAN
Dalam bahasa assembly ada beberapa jenis instruksi, seperti MOV yang digunakan sebagai instruksi pemindahan data, INT 21 untuk mencetak karakter pada register DL, dan INT 20H digunakan untuk mengakhiri program.

V.     LAMPIRAN
1. Huruf A
          2. Huruf P
           3. Tulisan SEKAR RINIA

0 comments:

Post a Comment